Panduan eHDW

back Profile Desa - 5203052006 Tgl Publikasi Dilihat
03-01-2025 14:17 72
Desa Danger terletak di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini merupakan salah satu dari tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Masbagik dengan kode pos 83661.
 
Demografi:
Mayoritas penduduk Desa Danger berasal dari suku Sasak, yang merupakan suku asli Pulau Lombok. Mereka mempertahankan tradisi dan budaya Sasak dalam kehidupan sehari-hari.
 
Ekonomi dan Mata Pencaharian:
Desa Danger dikenal sebagai pengolah minyak gaharu, yang menjadi penopang kehidupan warga desa untuk meningkatkan kesejahteraan. Produksi minyak gaharu menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat.
 
Pariwisata:
Desa Danger telah ditetapkan sebagai Desa Wisata dengan kategori Rintisan. Salah satu atraksi wisata yang ditawarkan adalah Danger Village Waterpark. Selain itu, desa ini memiliki area swafoto yang menarik bagi pengunjung.
 
Infrastruktur dan Fasilitas:
Desa Danger memiliki fasilitas umum yang mendukung kegiatan masyarakat dan wisatawan, termasuk area swafoto dan wahana rekreasi air. Selain itu, desa ini aktif dalam kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan partisipasi komunitas lokal.
 
Pendidikan:
Informasi spesifik mengenai tingkat pendidikan penduduk Desa Danger tidak tersedia dalam sumber yang ada. Namun, seperti desa-desa lain di Indonesia, akses terhadap pendidikan dasar hingga menengah biasanya tersedia melalui sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah desa.
 
Kesehatan:
Informasi mengenai fasilitas kesehatan di Desa Danger tidak disebutkan secara spesifik dalam sumber yang ada. Biasanya, desa-desa di Indonesia memiliki posyandu atau puskesmas pembantu untuk melayani kebutuhan kesehatan dasar masyarakat.
Budaya dan Tradisi:
Masyarakat Desa Danger mempertahankan budaya dan tradisi Sasak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam upacara adat, kesenian, dan bahasa yang digunakan. Selain itu, desa ini memiliki sejarah perjuangan yang signifikan pada masa penjajahan Belanda, yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
 
Desa Danger, yang terletak di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, aktif dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan instansi terkait. Berikut adalah beberapa inisiatif yang telah dilaksanakan:
1. Gerakan Pengaktifan Posyandu untuk Pencegahan Stunting
Pada Juni 2024, Desa Danger melaksanakan kegiatan untuk mengaktifkan posyandu sebagai upaya pencegahan stunting. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3AKB, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), bidan desa, petugas gizi, Babinsa, Polmas, dan masyarakat setempat. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kunjungan ke posyandu untuk pemeriksaan kesehatan guna mencegah stunting.
 
2. Program 10 Pasti Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meluncurkan program "10 Pasti Intervensi Serentak Pencegahan Stunting" yang mencakup langkah-langkah strategis, seperti pendataan calon pengantin, ibu hamil, dan balita; memastikan ketersediaan alat antropometri di posyandu; serta edukasi gizi. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh semua pihak terkait untuk menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.
 
3. Keterlibatan PKK dalam Pencegahan Stunting
Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur bersama Pemerintah Desa Danger aktif dalam upaya pencegahan stunting. Mereka mengadakan kegiatan seperti Jumat Bersih yang terintegrasi dengan program lainnya di kecamatan yang menjadi lokus penanganan stunting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan stunting.
 
4. Penyaluran Bantuan Benih Padi dan Dana Desa
Pada September 2024, Pemerintah Desa Danger menyalurkan bantuan benih padi kepada 12 kelompok tani. Selain itu, penggunaan Dana Desa (DD) diprioritaskan untuk membantu pencegahan dan penurunan angka stunting, menunjukkan komitmen desa dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
 
5. Kolaborasi dengan TNI dalam Penanganan Stunting
Kabupaten Lombok Timur, termasuk Desa Danger, bekerja sama dengan TNI untuk mengatasi masalah stunting. Menurut data e-PPGBM, terdapat 20.890 balita berstatus stunted di Lombok Timur. Semua data tersebut telah didokumentasikan secara lengkap, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
 
Melalui berbagai program dan kolaborasi ini, Desa Danger menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting, dengan melibatkan berbagai pihak dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.