|
Di bawah ini saya profil ringkas untuk analisis (fakta yang bisa didukung sumber) lalu rencana aksi praktis: langkah prioritas, indikator pemantauan, dan kebutuhan data. Jika mau, saya bisa lanjutkan dengan template survei keluarga/posyandu, contoh KPI dashboard Metabase, atau rencana anggaran sederhana.
Ringkasan situasi & data penting
-
Identitas desa: Pelakar Jaya adalah desa di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. (referensi profil desa/berita lokal). WikipediaRRI
-
Data populasi kecamatan (untuk estimasi skala): BPS Merangin mempublikasikan statistik kecamatan Pamenang (termasuk jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan tabel lainnya) — gunakan publikasi ini untuk menurunkan estimasi populasi desa dan komposisi umur. Untuk angka resmi terkini, ambil dari “Pamenang District in Figures” / BPS Merangin. meranginkab.bps.go.id
-
Prevalensi stunting di Kabupaten Merangin: Kabupaten Merangin pernah dilaporkan memiliki prevalensi stunting yang tinggi (contoh: publikasi dan kegiatan TPPS/Aksi Konvergensi stunting oleh pemerintah kabupaten). Gunakan angka kabupaten sebagai baseline jika belum ada data survei khusus desa. RRIYouTube
-
Sarana pendidikan & sekolah dasar: Ada SD Negeri terdaftar di Pelakar Jaya (NPSN & data sekolah tersedia di data kemendikbud), yang bisa menjadi titik intervensi (pos gizi sekolah, penyuluhan remaja putri). referensi.data.kemdikbud.go.id
-
Kondisi sosial-ekonomi lokal: Berita lokal menunjukkan adanya program BLT DD untuk keluarga miskin, aktivitas UP2K/ekonomi desa, pembangunan pasar desa, serta komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang tinggal di desa — ini penting untuk menargetkan bantuan dan memahami kerentanan. RRI
-
Profil kesehatan kabupaten: Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin menyediakan “Profil Kesehatan” yang memuat layanan kesehatan, fasilitas (puskesmas/posyandu cakupan), dan indikator kesehatan penting — gunakakan dokumen ini untuk mengetahui cakupan layanan imunisasi, antenatal care, dan ketersediaan tenaga kesehatan. Dinas Kesehatan Merangin
Catatan: untuk angka pasti tingkat desa (jumlah penduduk, balita, ibu hamil sekarang, SD terkait, cakupan posyandu, prevalensi stunting desa) biasanya perlu diambil dari: (1) data desa (administrasi kependudukan / KIA), (2) Puskesmas/Kecamatan (register KIA/posyandu), (3) BPS atau SSGI jika tersedia. Kalau Anda mau, saya bantu susun formulir cepat untuk mengambil data lapangan yang valid.
Komposisi yang perlu dikumpulkan (data minimal untuk analisis stunting)
-
Jumlah penduduk total, rumah tangga (KK).
-
Jumlah balita (0–59 bulan) per umur (0-5, 6-23, 24-59 bulan).
-
Jumlah bayi ≤ 6 bulan (ASI eksklusif), dan bulan pemberian makanan pendamping.
-
Jumlah ibu hamil & nifas (per trimester).
-
Jumlah remaja putri (10–19) dan status tablet tambah darah/anaemia screening.
-
Pendidikan kepala keluarga, pekerjaan utama & sekunder, dan sumber penghasilan.
-
Akses air minum (sumber, jarak, ketersediaan sepanjang tahun), sanitasi (WC layak), dan keamanan pangan/ketahanan pangan rumah tangga.
-
Akses layanan kesehatan: jarak ke puskesmas, frekuensi posyandu, cakupan imunisasi, ketersediaan tenaga gizi/perawat.
-
Program sosial yang sedang berjalan (PKH, BPNT, BLT Desa, program provinsi/kabupaten terkait stunting).
-
Koordinat/RT untuk mapping hotspot stunting.
Prioritas intervensi (fokus 0–12 bulan)
-
Data & targetisasi (0–1 bulan)
-
Lakukan pendataan cepat KIA/posyandu (kuesioner 10 menit) untuk mengidentifikasi balita dengan risiko dan ibu hamil.
-
Buat daftar terprioritas: balita gizi buruk, ibu hamil tanpa ANC, remaja putri anemis.
-
Perkuat posyandu & Kader (1–3 bulan)
-
Pelatihan kader posyandu: penimbangan rutin, konseling ASI, IYCF (Infant and Young Child Feeding).
-
Sediakan timbangan, buku KIA, bahan edukasi sederhana.
-
Intervensi gizi khusus & suplementasi (1–6 bulan)
-
Screening gizi, rujukan untuk perawatan gizi akut.
-
Pemberian PMT/Tambah Energi Protein bila tersedia; suplai zat besi untuk ibu hamil dan tablet tambah darah untuk remaja putri.
-
Perbaikan WASH (2–9 bulan)
-
Program akses air minum aman (sumur, perbaikan sumber, filter sederhana) dan sanitasi (kampanye “toilet layak”).
-
Integrasikan dengan pembangunan/rehabilitasi infrastruktur (jalan pasar, dll.).
-
Ketahanan pangan & ekonomi keluarga (3–12 bulan)
-
Kampanye perilaku & edukasi (1–12 bulan)
-
Edukasi ibu tentang pemberian ASI eksklusif 6 bulan, MP-ASI bergizi, kebersihan, dan imunisasi.
-
Libatkan tokoh adat (SAD) untuk pendekatan kultural. Berikan materi khas budaya lokal.
-
Sistem rujukan & layanan kesehatan
-
Monitoring, evaluasi & insentif
-
Koordinasi multi-sektor
-
Bentuk kelompok kerja desa (Kades, kader posyandu, BPD, PKK, penyuluh pertanian, pengurus pasar, perwakilan SAD, perwakilan guru).
-
Sumber pembiayaan
-
Dana Desa (program prioritas), anggaran kecamatan/kabupaten, PKH/BNCT, CSR perusahaan, bantuan NGO — manfaatkan program yang sudah berjalan.
Indikator kunci (KPI) yang harus dipantau
-
Cakupan timbang balita per bulan (% balita tertimbang).
-
Prevalensi stunting (proporsi balita < -2 SD tinggi badan menurut umur) — diukur baseline dan tiap 6–12 bulan.
-
Cakupan ASI eksklusif 0–6 bulan (% bayi).
-
Cakupan imunisasi dasar lengkap (%).
-
Persentase ibu hamil yang menerima ANC minimal 4 kali / terdaftar di trimester I.
-
Jumlah rumah tangga dengan akses air minum aman & sanitasi layak.
-
Jumlah keluarga peserta pelatihan UP2K/rumah pangan lestari dan perubahan konsumsi makanan bergizi.
Template data / dashboard minimal (kolom data)
-
ID_KK, Nama Kepala Keluarga, RT/RW, jumlah anggota, kode wilayah.
-
Balita: ID, umur (bulan), berat, tinggi, status gizi (normal/stunting/wasting), imunisasi lengkap? ya/tidak.
-
Ibu hamil: usia kehamilan (minggu), ANC kunjungan, konsumsi tablet Fe.
-
Remaja putri: umur, sekolah/pekerjaan, pemberian TB Fe terakhir.
-
Akses WASH: sumber air, jarak, jenis sanitasi.
-
Program sosial: PKH/BNPT/BLT (ya/tidak).
(Ini mudah dimasukkan ke Metabase untuk visualisasi: peta desa, bar chart status gizi per RT, trend time series penimbangan.)
Rencana 6-bulan (contoh singkat)
Bulan 1: Pendataan cepat + rapat pembentukan Pokja stunting desa; baseline KPI.
Bulan 2–3: Pelatihan kader + peningkatan frekuensi posyandu + suplai timbangan & KIA.
Bulan 3–4: Intervensi gizi (PMT, suplementasi) + kampanye ASI & MP-ASI.
Bulan 4–6: Program WASH mini + pelatihan UP2K + evaluasi triwulan & revisi program.
Target 6 bulan: 80% balita tertimbang rutin; >70% ibu hamil terdaftar ANC; penurunan prevalensi stunting pada kelompok prioritas (angka target disesuaikan baseline).
Siapa yang diajak & peran
-
Desa: penggerak utama, data & fasilitas balai desa.
-
Puskesmas & Dinkes Kab: supervisi klinis, suplai PMT/suplemen, rujukan. Dinas Kesehatan Merangin
-
Bappeda / Dinas Sosial / Dinas Pangan: pendanaan program, koordinasi PKH/BNPT.
-
Sekolah / Guru: edukasi remaja, program katering bergizi sederhana. referensi.data.kemdikbud.go.id
-
NGO / Perguruan Tinggi / CSR: dukungan teknis dan sumber daya.
-
Tokoh adat Suku Anak Dalam (SAD): pendekatan sosial-kultural, penting untuk keberterimaan intervensi.
Langkah selanjutnya yang bisa saya bantu sekarang
-
Buatkan form pendataan KIA/posyandu (Excel/CSV) siap cetak/digunakan di HP.
-
Buat dashboard Metabase sederhana (query + layout) untuk memantau KPI.
-
Susun skrip sosialisasi 1 halaman untuk kader dan tokoh adat (bahasa sederhana).
-
Rencana anggaran ringkas untuk 6 bulan (estimasi biaya prioritas: timbangan, suplemen, pelatihan, hibah UP2K).
|