Panduan eHDW

back Profil desa Pelakar Jaya Tgl Publikasi Dilihat
10-08-2025 02:53 56

Di bawah ini saya profil ringkas untuk analisis (fakta yang bisa didukung sumber) lalu rencana aksi praktis: langkah prioritas, indikator pemantauan, dan kebutuhan data. Jika mau, saya bisa lanjutkan dengan template survei keluarga/posyandu, contoh KPI dashboard Metabase, atau rencana anggaran sederhana.

Ringkasan situasi & data penting

  • Identitas desa: Pelakar Jaya adalah desa di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. (referensi profil desa/berita lokal). WikipediaRRI

  • Data populasi kecamatan (untuk estimasi skala): BPS Merangin mempublikasikan statistik kecamatan Pamenang (termasuk jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan tabel lainnya) — gunakan publikasi ini untuk menurunkan estimasi populasi desa dan komposisi umur. Untuk angka resmi terkini, ambil dari “Pamenang District in Figures” / BPS Merangin. meranginkab.bps.go.id

  • Prevalensi stunting di Kabupaten Merangin: Kabupaten Merangin pernah dilaporkan memiliki prevalensi stunting yang tinggi (contoh: publikasi dan kegiatan TPPS/Aksi Konvergensi stunting oleh pemerintah kabupaten). Gunakan angka kabupaten sebagai baseline jika belum ada data survei khusus desa. RRIYouTube

  • Sarana pendidikan & sekolah dasar: Ada SD Negeri terdaftar di Pelakar Jaya (NPSN & data sekolah tersedia di data kemendikbud), yang bisa menjadi titik intervensi (pos gizi sekolah, penyuluhan remaja putri). referensi.data.kemdikbud.go.id

  • Kondisi sosial-ekonomi lokal: Berita lokal menunjukkan adanya program BLT DD untuk keluarga miskin, aktivitas UP2K/ekonomi desa, pembangunan pasar desa, serta komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang tinggal di desa — ini penting untuk menargetkan bantuan dan memahami kerentanan. RRI

  • Profil kesehatan kabupaten: Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin menyediakan “Profil Kesehatan” yang memuat layanan kesehatan, fasilitas (puskesmas/posyandu cakupan), dan indikator kesehatan penting — gunakakan dokumen ini untuk mengetahui cakupan layanan imunisasi, antenatal care, dan ketersediaan tenaga kesehatan. Dinas Kesehatan Merangin

Catatan: untuk angka pasti tingkat desa (jumlah penduduk, balita, ibu hamil sekarang, SD terkait, cakupan posyandu, prevalensi stunting desa) biasanya perlu diambil dari: (1) data desa (administrasi kependudukan / KIA), (2) Puskesmas/Kecamatan (register KIA/posyandu), (3) BPS atau SSGI jika tersedia. Kalau Anda mau, saya bantu susun formulir cepat untuk mengambil data lapangan yang valid.

Komposisi yang perlu dikumpulkan (data minimal untuk analisis stunting)

  1. Jumlah penduduk total, rumah tangga (KK).

  2. Jumlah balita (0–59 bulan) per umur (0-5, 6-23, 24-59 bulan).

  3. Jumlah bayi ≤ 6 bulan (ASI eksklusif), dan bulan pemberian makanan pendamping.

  4. Jumlah ibu hamil & nifas (per trimester).

  5. Jumlah remaja putri (10–19) dan status tablet tambah darah/anaemia screening.

  6. Pendidikan kepala keluarga, pekerjaan utama & sekunder, dan sumber penghasilan.

  7. Akses air minum (sumber, jarak, ketersediaan sepanjang tahun), sanitasi (WC layak), dan keamanan pangan/ketahanan pangan rumah tangga.

  8. Akses layanan kesehatan: jarak ke puskesmas, frekuensi posyandu, cakupan imunisasi, ketersediaan tenaga gizi/perawat.

  9. Program sosial yang sedang berjalan (PKH, BPNT, BLT Desa, program provinsi/kabupaten terkait stunting).

  10. Koordinat/RT untuk mapping hotspot stunting.

Prioritas intervensi (fokus 0–12 bulan)

  1. Data & targetisasi (0–1 bulan)

    • Lakukan pendataan cepat KIA/posyandu (kuesioner 10 menit) untuk mengidentifikasi balita dengan risiko dan ibu hamil.

    • Buat daftar terprioritas: balita gizi buruk, ibu hamil tanpa ANC, remaja putri anemis.

  2. Perkuat posyandu & Kader (1–3 bulan)

    • Pelatihan kader posyandu: penimbangan rutin, konseling ASI, IYCF (Infant and Young Child Feeding).

    • Sediakan timbangan, buku KIA, bahan edukasi sederhana.

  3. Intervensi gizi khusus & suplementasi (1–6 bulan)

    • Screening gizi, rujukan untuk perawatan gizi akut.

    • Pemberian PMT/Tambah Energi Protein bila tersedia; suplai zat besi untuk ibu hamil dan tablet tambah darah untuk remaja putri.

  4. Perbaikan WASH (2–9 bulan)

    • Program akses air minum aman (sumur, perbaikan sumber, filter sederhana) dan sanitasi (kampanye “toilet layak”).

    • Integrasikan dengan pembangunan/rehabilitasi infrastruktur (jalan pasar, dll.).

  5. Ketahanan pangan & ekonomi keluarga (3–12 bulan)

    • Kembangkan UP2K/rumah pangan lestari (sudah ada aktivitas UP2K di desa) untuk meningkatkan akses makanan bergizi lokal. Gunakan pasar desa untuk pemasaran produk. RRI

  6. Kampanye perilaku & edukasi (1–12 bulan)

    • Edukasi ibu tentang pemberian ASI eksklusif 6 bulan, MP-ASI bergizi, kebersihan, dan imunisasi.

    • Libatkan tokoh adat (SAD) untuk pendekatan kultural. Berikan materi khas budaya lokal.

  7. Sistem rujukan & layanan kesehatan

    • Pastikan jalur rujukan balita gizi buruk ke puskesmas/rumah sakit. Tingkatkan kunjungan ANC di trimester I. Gunakan data profil kesehatan kabupaten sebagai dukungan. Dinas Kesehatan Merangin

  8. Monitoring, evaluasi & insentif

    • Tetapkan target penurunan stunting di desa (mis. -3 p.p. dalam 12 bulan pada target kelompok), laporkan bulanan di dashboard sederhana (Metabase/Excel).

  9. Koordinasi multi-sektor

    • Bentuk kelompok kerja desa (Kades, kader posyandu, BPD, PKK, penyuluh pertanian, pengurus pasar, perwakilan SAD, perwakilan guru).

  10. Sumber pembiayaan

    • Dana Desa (program prioritas), anggaran kecamatan/kabupaten, PKH/BNCT, CSR perusahaan, bantuan NGO — manfaatkan program yang sudah berjalan.

Indikator kunci (KPI) yang harus dipantau

  • Cakupan timbang balita per bulan (% balita tertimbang).

  • Prevalensi stunting (proporsi balita < -2 SD tinggi badan menurut umur) — diukur baseline dan tiap 6–12 bulan.

  • Cakupan ASI eksklusif 0–6 bulan (% bayi).

  • Cakupan imunisasi dasar lengkap (%).

  • Persentase ibu hamil yang menerima ANC minimal 4 kali / terdaftar di trimester I.

  • Jumlah rumah tangga dengan akses air minum aman & sanitasi layak.

  • Jumlah keluarga peserta pelatihan UP2K/rumah pangan lestari dan perubahan konsumsi makanan bergizi.

Template data / dashboard minimal (kolom data)

  • ID_KK, Nama Kepala Keluarga, RT/RW, jumlah anggota, kode wilayah.

  • Balita: ID, umur (bulan), berat, tinggi, status gizi (normal/stunting/wasting), imunisasi lengkap? ya/tidak.

  • Ibu hamil: usia kehamilan (minggu), ANC kunjungan, konsumsi tablet Fe.

  • Remaja putri: umur, sekolah/pekerjaan, pemberian TB Fe terakhir.

  • Akses WASH: sumber air, jarak, jenis sanitasi.

  • Program sosial: PKH/BNPT/BLT (ya/tidak).
    (Ini mudah dimasukkan ke Metabase untuk visualisasi: peta desa, bar chart status gizi per RT, trend time series penimbangan.)

Rencana 6-bulan (contoh singkat)

Bulan 1: Pendataan cepat + rapat pembentukan Pokja stunting desa; baseline KPI.
Bulan 2–3: Pelatihan kader + peningkatan frekuensi posyandu + suplai timbangan & KIA.
Bulan 3–4: Intervensi gizi (PMT, suplementasi) + kampanye ASI & MP-ASI.
Bulan 4–6: Program WASH mini + pelatihan UP2K + evaluasi triwulan & revisi program.
Target 6 bulan: 80% balita tertimbang rutin; >70% ibu hamil terdaftar ANC; penurunan prevalensi stunting pada kelompok prioritas (angka target disesuaikan baseline).

Siapa yang diajak & peran

  • Desa: penggerak utama, data & fasilitas balai desa.

  • Puskesmas & Dinkes Kab: supervisi klinis, suplai PMT/suplemen, rujukan. Dinas Kesehatan Merangin

  • Bappeda / Dinas Sosial / Dinas Pangan: pendanaan program, koordinasi PKH/BNPT.

  • Sekolah / Guru: edukasi remaja, program katering bergizi sederhana. referensi.data.kemdikbud.go.id

  • NGO / Perguruan Tinggi / CSR: dukungan teknis dan sumber daya.

  • Tokoh adat Suku Anak Dalam (SAD): pendekatan sosial-kultural, penting untuk keberterimaan intervensi.

Langkah selanjutnya yang bisa saya bantu sekarang

  1. Buatkan form pendataan KIA/posyandu (Excel/CSV) siap cetak/digunakan di HP.

  2. Buat dashboard Metabase sederhana (query + layout) untuk memantau KPI.

  3. Susun skrip sosialisasi 1 halaman untuk kader dan tokoh adat (bahasa sederhana).

  4. Rencana anggaran ringkas untuk 6 bulan (estimasi biaya prioritas: timbangan, suplemen, pelatihan, hibah UP2K).